Kanker Payudara Stadium III, Saya Menolak Kemoterapi

Kanker Payudara Stadium III, Saya Menolak Kemoterapi

kanker payudara, pengobatan kanker payudara, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Microwave Ablation, Terpi Natural, Kombinasi pengobatan tradisional minimal invasif bertarget gabungan China-Barat

  Meiggy Persulessy

  Kanker Payudara Stadium III, Saya Menolak Kemoterapi

Selama 5 bulan menggunakan obat herbal, kanker payudara stadium 2B yang
saya alami malah menjadi stadium 3, tetapi untungnya, saya tepat waktu
mendapatkan pengobatan minimal invasif di sini, saat ini seluruh benjolan di
payudara saya sudah menghilang
,” ujar pasien kanker payudara asal Indonesia,
Meiggy Persulessy saat kami kunjungi di kamar rawat inap St. Stamford Modern
Cancer Hospital Guangzhou.

Benjolan Payudara Sebesar 1cm, Saya Didiagnosa Kanker Payudara Stadium
2B

Saya bernama Meiggy Persulessy, berasal dari Jakarta Indonesia. Sebelum
terdiagnosa kanker payudara, saya tidak mengalami gejala apapun : sejak
September 2016, saat saya sedang mandi tidak sengaja saya menyadari adanya
benjolan sebesar 1-2cm di payudara kiri saya, bahkan payudara saya terasa sakit,
mengeluarkan cairan dan gejala lainnya. Saya pun mencari tahu banyak informasi
dari internet, gejala yang saya alami sangat mirip dengan kanker payudara,
tetapi karena takut, saya menyembunyikan hail ini dari suami dan keluarga saya.
Setelah lewat satu bulan, cairan dan rasa sakit di payudara saya semakin parah,
akhirnya saya terpaksa memberitahu keluarga, dan suami saya segera membawa saya
ke rumah sakit kanker di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.

Oktober 2016, di rumah sakit kanker Jakarta saya terdiagnosa kanker
payudara stadium 2B, saya menolak saran dokter Indonesia untuk menjalani operasi
dan kemoterapi, karena saya pernah pergi ke beberapa rumah sakit kanker di
Indonesia, kemoterapi malah membuat pasien kanker mengalami kerontokkan rambut,
mual, muntah, kulit kering, lemah dan berbagai efek samping lainnya. Saya tidak
ingin seperti itu, jadi saya memutuskan menggunakan cara lain untuk
pengobatan.

Selama 5 Bulan Pengobatan Herbal, Kanker Payudara Stadium 2B Menjadi
Stadium 3

Awalnya, saya memilih pengobatan herbal, tetapi kenyataannya, menggunakan
obat herbal adalah sebuah keputusan yang sangat buruk. Oktober 2016 sampai Maret
2017, setelah saya menjalani pengobatan herbal selama 5 bulan, tidak hanya
gejala saya yang tidak teratasi, tetapi kondisi saya juga semakin buruk. Cairan
dan rasa sakit di payudara tetap ada, bahkan di titik paling sakit terasa
seperti terobek.

Untungnya, keluarga menemukan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou
dari internet, saat saya mengetahui ada Ahli Onkologi dari China yang akan hadir
di Indonesia untuk mengadakan seminar gratis, saya segera menghubungi mereka, ia
memberikan diagnosa gratis untuk saya, dan menyarankan saya untuk pergi
berobat ke China. Ketika saya mencari tahu dari internet bahwa banyak pasien
kanker payudara yang kondisinya lebih parah dari saya bertahan setelah menjalani
pengobatan minimal invasif, bahkan kondisi mereka saat ini sangat optimis, saya
seperti mendapatkan penyelamat hidup. Dengan dibantu oleh staf kantor perwakilan
di Jakarta, dengan cepat saya terbang ke Guangzhou.

Yang tidak disangka adalah, kanker payudara stadium 2B saya saat itu sudah
memasuki stadium 3.

kanker payudara, pengobatan kanker payudara, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Intervensi, Microwave Ablation, Terpi Natural, Kombinasi pengobatan tradisional minimal invasif bertarget gabungan China-Barat

  Meiggy Persulessy berfoto bersama para perawat

  Intervensi + Microwave Ablation (MWA), Tumor Payudara Saya Menghilang

14 Maret 2017, saya ditemani oleh keluarga pergi ke St. Stamford Modern
Cancer Hospital Guangzhou, karena dibantu oleh staf di kantor perwakilan
Jakarta, pengajuan visa saya sangat lancar. Saat turun dari pesawat, staf dengan
wajah tersenyum menjemput saya di bandara, hal kecil seperti ini membuat saya
semakin yakin terhadap St. Stamford Modern Cancer Hospital.

Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, dengan cepat saya
dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan medis, hasil pemeriksaan membuat saya
menyesal : karena pengobatan herbal yang saya jalani sebelumnya menghambat saya
mendapatkan pengobatan terbaik, yang tadinya hanya ada satu benjolan kini telah
menjadi tiga benjolan, dengan ukuran 2-3cm, dan dalam waktu 5 bulan, kanker
payudara stadium 2B saya berubah menjadi stadium 3.

Untungnya, di sini banyak pilihan metode pengobatan Minimal Invasif, dokter
yang menangani saya menyiapkan 2 paket pengobatan untuk saya, terakhir saya
memilih Intervensi + Microwave Ablation (MWA), karena dokter sebelumnya pernah
menjelaskan kepada saya mengenai keunggulan dalam proses pengobatan setiap
metode : Intervensi dan Microwave Ablation (MWA) tidak memerlukan operasi dan
kemoterapi, tetapi dapat mencapai hasil yang efektif seperti operasi, bahkan
dalam proses pengobatan tidak akan muncul kerontokkan rambut, muntah atau efek
samping lain pada umumnya. Saya rasa ini adalah metode pengobatan yang saya cari
selama ini.

Sebelum menjalani Intervensi pertama, saya sangat gugup dan ketakutan
sampai tensi darah saya meningkat, untung ada penerjemah yang terus menemani dan
menghibur saya sampai suasana hati saya tenang. Pada Intervensi kedua, saya
tidak begitu gugup lagi, pada saat proses pengobatan juga tidak merasakan sakit
dan keluhan apapun. Sebelum menjalani Intervensi ketiga, benjolan di payudara
saya telah mengecil sebanyak 80%, cairan di payudara dan gejala lainnya juga
berkurang secara bertahap.

Selain Intervensi dan Microwave Ablation (MWA), saya juga menjalani terapi
khusus dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou : Metode Bertarget
Gabungan Pengobatan Timur dan Barat dan Terapi Natural. Dengan menggabungkan dua
jenis metode ini, saya tidak merasakan efek samping apapun, bahkan kondisi fisik
saya semakin baik, setelah pengobatan, kondisi saya membaik dengan sangat
cepat.

Ini sudah ke-5 kali saya kembali ke sini, hasil CT-Scan terakhir
menunjukkan tumor di payudara saya sudah mati secara menyeluruh, saya juga sudah
tidak lagi menderita seperti saat pertama saya masuk rumah sakit. Dalam
perjalanan saya melawan kanker, saya sangat beruntung, saya ingin membagikan
pengalaman saya melawan kanker kepada teman wanita lainnya : “Kanker payudara
lebih baik terdeteksi dan diobati sejak dini, langsung berobat ketika merasakan
gejalanya, jangan sembarangan menggunakan obat herbal karena dapat memperburuk
kondisi dan menunda kesempatan untuk mendapatkan pengobatan terbaik.”

Comments are closed.