Kenali Gejala Kanker Payudara dan Deteksi Dini

Kenali Gejala Kanker Payudara dan Deteksi Dini

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker dengan tingkat prevalensi tertinggi pada kaum wanita, tetapi jenis kanker satu ini dapat dicegah dan diobati, sehingga masih bisa mengurangi rasa takut masyarakat. Selain pemeriksaan umum, banyak juga yang melakukan SADARI. Namun, apa saja cirri-ciri kanker payudara?

Menurut para Ahli Onkologi Modern Cancer Hospital Guangzhou, gejala kanker payudara pada setiap orang tidaklah sama, tergantung pada kondisi masing-masing. Berikut perbedaannya.

Gejala Umum
Benjolan payudara, gangguan menyusui, metastase jauh kanker payudara, nyeri dada, nyeri seperti tertusuk, pembengkakan, retraksi puting, puting mengeluarkan cairan dan puting rusak

Kanker Payudara Tersembunyi
Yaitu benjolan yang tidak dapat diraba secara klinis, hanya dapat terdiagnosa melalui pemeriksaan patologis pasca operasi. Sering terdiagnosa melalui pemeriksaan X-Ray atau ditandai dengan adanya penyebaran ke bagian limfa.

Kanker payudara pada pria
Gejala utama kanker payudara pada pria adalah benjolan di bawah areola yang tidak disertai rasa sakit, 20% pasien mengalami retraksi puting, pengerasan kulit dan gejala lainnya, benjolan tidak memiliki batas yang jelas, dan pada stadium awal sering timbul adhesi pada kulit atau dada, dengan kemungkinan metastase ke kelenjar getah bening yang lebih tinggi.

Inflamasi Kanker Payudara
Kanker payudara inflamasi relatif jarang ditemukan secara klinis, gejalanya dapat berupa pembengkakan lokal disertai kemerahan, dan di dalam jaringan payudara yang kemerahan tersebut kadang terdapat benjolan dengan tekstur keras. Pada area ketiak juga ditemukan kelenjar getah bening dengan tekstur yang keras. Jaringan payudara terletak di sekitar fasia superfisial subkutan, dapat menarik lapisan kulit pasien, sehingga mengakibatkan kulit menjadi cekung ke dalam, seperti lesung pipit, disebut juga dengan “tanda lesung pipit.”

Kanker Payudara Pada Masa Kehamilan dan Menyusui
Kanker payudara yang terjadi pada masa kehamilan atau menyusui menempati persentase sekitar 0,75-31%, selama kehamilan dan menyusui terdapat perubahan kadar hormon yang dapat mempercepat pertumbuhan tumor, sehingga tumor tumbuh lebih cepat dengan tingkat keganasan yang lebih tinggi. Selain itu, selama kehamilan dan menyusui, jaringan fisiologis payudara akan meningkat dan menyumbat aliran darah, sehingga tidak mudah dilakukan pendeteksian dini dan mudah terjadi penyebaran.

Semakin cepat terdeteksi, kemungkinan kanker payudara dapat disembuhkan pun semakin besar. Kita semua, terutama kaum wanita wajib memahami gejala kanker payudara, waspada dan perhatikan perubahan pada tubuh, jika ada perubahan, jangan menganggapnya sepele. Ini bukan hanya merupakan bentuk tanggung jawab anda terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap keluarga.

Comments are closed.