Pengobatan Intervensi Untuk Penderita Kanker Payudara

Pengobatan Intervensi Untuk Penderita Kanker Payudara

penderita kanker payudara

Venny Nyotowijoyo merupakan wanita asal Indonesia yang didiagnosa penderita kanker payudara, dan berhasil berjuang melawan penyakit yang dideritanya dengan metode pengobatan intervensi. Pada awalnya venny adalah wanita yang tidak pernah menderita penyakit parah atau serius. Pada bulan Mei 2011 lalu, ia didiagnosa menderita kanker payudara.

Hal ini diketahui ketika ia melihat ada benjolan kecil pada kedua payudaranya, ketika ia sedang mandi. Karna ia mencurigai ada yang tidak beres pada payudaranya, kemudian ia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit sekitar ia tinggal. Benar saja yang ia khawatirkan, bahwa hasil pemeriksaan menjelaskan bahwa ia menderita kanker payudara. Hasil ini membuat venny sangat sedih dan langsung berpikir bahwa penyakit nya tersebut dapat membunuhnya, karena ibunya meninggal dunia karena mengalami penyebaran kanker pasca operasi. Hal ini menambah ia menjadi sangat takut untuk melakukan operasi.

Setelah berdiskusi dengan suami dan keluarga, akhirnya venny memutuskan untuk memilih metode pengobatan tradisional, dan fisioterapi. Dukungan dan support dari suami, anak dan keluarganya yang membuat venny tidak kehilangan semangatnya untuk berbahagia dan melawan kanker yang dideritanya.

Pada tahun 2013, benjolan pada payudara venny sudah berubah bentuk, dan benjolan di payudara kanan sudah menghilang, tetapi benjolan di payudara kirinya malah semakin membesar, disertai cairan abnormal keluar dari payudaranya. Setelah itu ada pembengkakan limfa diketiak kiri bawah. Untuk meringankan rasa sakit yang ia derita, venny bahkan sampai membeli lebih dari 10 ekor lintah untuk menghisap darah pada benjolan tumor tersebut.

Ia sadar bahwa metode ini bukan solusi dan tidak bertahan lama, kemudian venny memutuskan untuk melakukan pengobatan diluar negeri dengan alasan keamanan dan peralatan medis lebih lengkap. Setelah sebelumnya ia searching dan menemukan rumah sakit kanker yang menerapkan pengobatan minimal invasif dengan lebih dari 18 metode pengobatan, yaitu St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menjelaskan mengenai kondisi penyakitnya, selain operasi, ia juga harus menjalani Intervensi dan Kemoterapi, supaya dapat membasmi sel-sel kanker secara tuntas.

Beberapa hari kemudian, ahli bedah payudara melakukan operasi pengangkatan tumor di payudara kirinya. Pasca operasi, diagnosis patologisnya adalah tumor karsinoma duktal invasif payudara kiri stadium 3B, stadium lanjut. Venny menanyakan kepada dokter, apakah penyakit ini dapat disembuhkan? Dokter menegaskan kalau ia memiliki harapan yang besar.

Operasi berhasil mengangkat tumor dan invasi jaringan dengan bersih. Setelah operasi, Venny mulai menjalani Intervensi. Karena dikombinasikan dengan kemoterapi ringan, rambutnya mulai rontok dan akhirnya botak. Sampai pada Desember 2013, masa pengobatannya berakhir, rambutnya pun sudah tumbuh hitam dan lebat kembali, ia tidak lagi memerlukan hiasan rambut palsunya.

Pada akhir Mei 2015, Venny bersama dengan suaminya datang kembali ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk melakukan pemeriksaan ulang. Kali ini semua hasil pemeriksaanya sudah normal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekambuhan. Ia pun telah melewati cobaan ini dan menyambut kembali kehidupan barunya.

Itulah kisah perjuangan pasien penderita kanker payudara yang tetap semangat berjuang untuk mendapatkan kebahagiaannya kembali, dan berhasil sembuh. Jangan biarkan penyakit kanker mengalahkan Anda, dan membuat Anda putus asa. Selalu ada jalan dan solusi ketika kita mau berusaha. Untuk informasi pengobatan bisa menghubungi kami di 081350262002 (telp/wa).

Comments are closed.