Pengobatan Kanker Payudara Stadium 4, Memilih Pengobatan Minimal Invasif

Pengobatan Kanker Payudara Stadium 4, Memilih Pengobatan Minimal Invasif

CHERYL DIANE CARL, berusia 69 tahun merupakan seorang pasien kanker payudara stadium 4 asal Amerika. Saat masuk rumah sakit pada Januari 2016, tumor pada payudara berukuran 5x6cm dengan metastasis paru, hati dan kelenjar getah bening di ketiak. Setelah menjalani terapi Intervensi, Microwave Ablasi, Cryosurgery, dan Imunoterapi di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, tidak ada lagi sel kanker yang aktif dalam tubuh, kondisi tubuh membaik dan saat ini menjalani pengobatan untuk mencegah kekambuhan.

Karena pekerjaan suaminya, Cheryl Diane Carl menetap di Indonesia dan mengajar di sebuah sekolah internasional. Pada Agustus 2015, CHERYL DIANE CARL menemukan sebuah benjolan kecil di payudara kanannya, namun ia tidak memperdulikannya karena saat pemeriksaan X-ray payudara sebelumnya sering ditemukan benjolan, dan pada akhir pemeriksaan semuanya dinyatakan tidak ada masalah. Pada bulan Oktober, meskipun tidak ada rasa sakit dan ketidaknyamanan, tetapi benjolan kecil telah menjadi dua kali lipat lebih besar dari ukuran semula. Dengan didampingi suami, Cheryl Diane Carl melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Singapura. Kali ini, Cheryl Diane Carl didiagnosa menderita kanker payudara stadium 2. 2-103958893

Cheryl Diane Carl menolak saran dokter Singapura untuk menjalani Kemoterapi dan Operasi, karena merasa dirinya telah berusia 69 tahun tidak akan mampu menahan efek samping dari pengobatan konvensional seperti lemas, muntah, rasa sakit dan lain-lain, sehingga ia memutuskan untuk mencari pengobatan yang lebih baik dengan efek samping yang lebih sedikit. Untungnya, saat menunggu di Indonesia, ia bertemu dengan seorang pasien kanker hati asal Indonesia. Dari percakapannya, Cheryl Diane Carl mengetahui bahwa sebelumnya wanita tersebut telah menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dan mendapatkan hasil pengobatan yang sangat memuaskan. Kemudian ia bersama suami mencari informasi di internet mengenai St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dan setelah itu datang berkonsultasi ke kantor perwakilan di Jakarta. Setelah mendapatkan respon positif dari dokter di kantor perwakilan, Cheryl Diane Carl bersama suami memutuskan untuk menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Cheryl Diane Carl mengungkapkan bahwa dapat menjalani pengobatan di rumah sakit kami merupakan sebuah keberuntungan : “Jika bukan karena wanita itu, saya tidak akan pernah mengetahui St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, juga tidak akan mencari informasi di internet dan menjalani pengobatan di sini.”

Januari 2016, Cheryl Diane Carl datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk menjalani pengobatan. Setelah masuk rumah sakit, pertama Cheryl Diane Carl menjalani serangkaian pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dalam jangka waktu dua bulan, tumor Cheryl Diane Carl telah membesar hingga 5x6cm, dan kondisinya memburuk menjadi stadium 4 dengan metastasis paru, hati dan kelenjar getah bening di ketiak. Dengan mempertimbangkan tingkat keganasan tumor dalam tubuh Cheryl Diane Carl, Tim MDT St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan cepat merancang rencana pengobatan untuknya diantaranya Intervensi, Microwave Ablasi, Cryosurgery, dan Imunoterapi dengan kombinasi mastektomi. Mengenai model pengobatan rumah sakit kami dan rancangan pengobatan yang diberikan, Cheryl Diane Carl mengungkapkan : “Meskipun dokter penanggung jawab hanya satu orang, tetapi semua rancangan pengobatan saya merupakan hasil rundingan dari seluruh tim ahli. Setiap selesai pengobatan, Tim MDT akan menyesuaikan rencana pengobatan sesuai dengan kondisi saya yang sebenarnya, ini sangat hebat.”

2-104011571

  Foto bersama Dokter,Suster dan Cheryl

  Pertama Cheryl Diane Carl menjalani Intervensi untuk mengontrol sel kanker yang menyebar, kemudian menjalani Cryosurgery dan Microwave Ablasi untuk pengobatan lesi primer. Yang membuat Cheryl Diane Carl sangat terkejut adalah setelah menjalani Intervensi, seluruh sel kanker yang menyebar menghilang ! Tetapi karena lesi primer payudara ukurannya besar dan dalam, meskipun obat telah memainkan efek terbesar, namun masih belum dapat mencapai bagian dalam tumor. Sehingga untuk mencapai efek terapi yang lebih baik, dokter menyarankan melakukan mastektomi pada bulan Juni. Seperti kebanyakan wanita, awalnya Cheryl Diane Carl menolak, tetapi setelah mempertimbangkan kondisinya sendiri, akhirnya pada bulan Agustus ia menjalani mastektomi. Tidak terpikirkan olehnya, pengangkatan payudara kanan bukan hanya tidak berpengaruh pada hidupnya, namun juga sangat meringankan penyakitnya: “Ini adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat, setelah operasi merasa sangat hebat, sebelumnya sistem kekebalan tubuh terus melawan sel kanker, tapi setelah pengangkatan payudara, tubuh terasa sangat berbeda, seluruh tubuh sangat rileks. Saya juga telah bertanya kepada dokter, mengapa tidak melakukan Operasi pada bulan Januari, dokter mengatakan bahwa harus menghilangkan dahulu seluruh sel kanker yang menyebar dan mengecilkan lesi primernya. Setelah pengobatan, seluruh sel kanker yang menyebar telah mati, sedangkan tumor payudara primer merupakan masalah terbesar, sehingga terakhir baru menjalani Operasi.”

Setelah menjalani beberapa kali pengobatan, sekarang tidak ada lagi sel kanker yang aktif dalam tubuh Cheryl Diane Carl. Ia sangat puas dengan hasil pengobatannya, ia juga mengatakan kepada kami bahwa kakak perempuannya bekerja di sebuah klinik di Amerika, dan sebenarnya dokter disana terus memantau kondisi penyakitnya, setelah melihat seluruh hasil medis pemeriksaannya, dokter mengungkapkan bahwa ini adalah peningkatan yang sangat besar.

Di akhir wawancara, Cheryl Diane Carl juga memberikan penilaian terhadap rumah sakit kami : “Sebenarnya bagi saya pengobatan ke luar negeri merupakan sebuah tantangan yang sangat besar karena terhambat dengan bahasa. Tetapi setelah datang ke sini, saya menyadari bahwa ini semua bukan masalah. Penerjemah di sini sangat hebat, bahkan ketika saya menjalani operasi, penerjemah juga terus mendampingi dan sekali-sekali bertanya kepada saya apakah ada rasa tidak nyaman. Dokter dan perawat disini sangat baik.” Selain itu, Cheryl Diane Carl juga berbagi pengalamannya melawan kanker kepada pasien kanker lainnya : “Kita tidak punya alasan untuk menyerah, karena masih ada banyak orang dan hal yang dapat membantu kita. Terkadang kita mungkin merasa terpuruk, tapi kita harus menemukan cara untuk mengatasi dan melangkah maju. Sayangnya, masih banyak orang yang sangat takut terhadap kanker, meskipun kanker merupakan sebuah masalah juga tantangan, tetapi bukan akhir dari segalanya.”

 

Comments are closed.