Penyebab Kanker Payudara

Penyebab Kanker Payudara

Payudara wanita terdiri dari kulit, jaringan fibrosa, kelenjar susu dan kelenjar lemak, kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada kelenjar susu di payudara. 99% kanker payudara terjadi pada wanita, 1% hanya terjadi pada pria. Persentase terjadinya kanker pada wanita di Amerika Serikat adalah 1:8, meskipun China bukanlah negara dengan kasus kanker payudara yang tinggi, namun laju pertumbuhannya lebih tinggi dari 1-2 point dair negara dengan tingkat insiden yang tinggi, hal ini menjadi perhatian bagi kaum wanita dan menjadi masalah kesehatan pada masyarakat yang utama saat ini.

Modern Cancer Hospital Guangzhou membuat analisis mengenai penyebab kanker payudara :

1.Faktor genetik. Penelitian menunjukkan jika ibunya pada premenopause pernah menderita kanker payudara bilateral, risiko kanker payudara pada wanita umumnya sembilan kali lebih tinggi, tapi kanker payudara tidak secara langsung diturunkan, tetapi “faktor genetik kanker” yang diturunkan, dapat dikatakan bahwa keluarga pasien kanker payudara belum tentu pasti menderita kanker payudara, ada kemungkinan menderita kanker lainnya, tetapi risiko lebih besar terkena kanker payudara.

2.Dalam beberapa tahun ini ditemukan dua faktor utama penyebab kanker yaitu menstruasi pada usia terlalu muda dan menopause yang terlambat, menurut statistik, kaum wanita yang menstruasi pertama kali dibawah usia 12 tahun memiliki resiko terkena kanker payudara 2.2 kali lipat lebih besar dibandingkan kaum wanita yang menstruasi pertama kali lebih dari 17 tahun. Dan kaum wanita yang menopause di atas usia 55 tahun memiliki resiko 1 kali lipat lebih besar dibandingkan kaum wanita yang menopause di bawah usia 45 tahun.

3.Terlambat menikah dan melahirkan anak. Ahli onkologi beranggapan bahwa melahirkan anak memiliki efek yang baik dalam menjaga kesehatan payudara, namun hanya ditujukkan bagi kaum wanita di bawah usia 30 tahun. Dan bagi kaum wanita yang tidak menyusui memiliki tingkat resiko terkena kanker payudara 1.5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kaum wanita yang menyusui, sementara itu, kaum wanita yang menyusui dalam jangka waktu lama juga dapat beresiko terkena kanker payudara.

4.Sering menggunakan berbagai jenis obat hormonal atau kosmetik. dalam produk perawatan kesehatan, produk perawatan kulit dan kosmetik biasanya mengandung zat karsinogenik, Phthalates adalah jenis bahan kimia yang berperan dalam pelunakkan. Bahan kimia ini sering digunakan dalam kosmetik, parfum, dan kutek, jika sering menggunakan produk-produk tersebut, dapat meningkatkan resiko kaum wanita untuk terkena kanker payudara.

5.Radiasi pengion. Payudara adalah jaringan tubuh yang sensitif akan radiasi pengion, dan radiasi pengion bersifat kumulatif.

6.Asupan lemak yang berlebihan atau obesitas. Baru-baru ini salah satu penelitian yang diadakan PBB menunjukkan bahwa kaum wanita muda yang bertubuh kurus memiliki tingkat resiko relatif rendah untuk terkena kanker payudara, hal ini menunjukkan jumlah asupan kalori pada kaum wanita memiliki hubungan yang erat dengan resiko kanker payudara. Selain itu, membatasi jumlah asupan kalori secara signifikan juga dapat membantu proses anti-aging, dan juga menurunkan tingkat resiko terkena kanker payudara dan membantu memperpanjang hidup.

Oleh karena itu, kami menyarankan agar kaum wanita dapat lebih memahami pengetahuan akan penyakit payudara, pemeriksaan SADARI, secara rutin menjalani pemeriksaan payudara, aktif berpartisipasi dalam skrinning kanker payudara, dan memahami langkah-langkah yang tepat untuk pencegahan.

Comments are closed.