Perawatan Pasca Radioterapi Kanker Payudara

Perawatan Pasca Radioterapi Kanker Payudara

 

  Dari beberapa efek samping dari radioterapi kanker payudara , alangkah baiknya jika pasien melakukan beberapa perawatan pasca melakukan perawatan radioterapi. Hal ini akan sangat berguna untuk mencegah serta mengatasi efek samping yang mungkin muncul. Tidak hanya itu, dengan melakukan perawatan-perawatan ini, pasien bisa tetap menjaga kesehatannya dan memaksimalkan kualitas hidup yang dimilikinya.

  1. Menjaga kesehatan

  Bagi pasien kanker payudara yang melakukan perawatan radioterapi, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatannya. Saat dilakukan prosedur radioterapi, sel-sel kanker akan dihancurkan dengan radiasi. Pada saat ini ada banyak sel-sel sehat yang juga menjadi rusak. Untuk memperbaiki sel-sel sehat yang rusak ini, tubuh akan membutuhkan sangat banyak energi. Oleh karena itu, pasien yang sedang menjalani terapi radiasi wajib untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

  Pastikan pasien mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memenuhi kebutuhan tubuhnya, meskipun pasien sedang merasakan efek samping berupa mual atau muntah. Makan makanan cukup vitamin, protein, serat dan gizi lain untuk menjaga gizi tetap seimbang. Selain itu, pasien bisa melakukan olahraga fisik ringan untuk menjaga tubuh tetap fit dan tidak lemas.

  2. Perawatan kulit

  Pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi seringkali juga mengalami perubahan warna dan tekstur kulit di area yang dirawat. Biasanya, kulit menjadi kemerahan, gosong, hingga menjadi kering dan gatal. Kulit bisa menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi.

  Untuk itu, pasien harus memastikan pakaian yang dikenakan agar tetap nyaman dan minim gesekan pada kulit. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mencegah lecet dan infeksi di area yang dirawat. Konsultasikan juga jenis sabun, lotion, bedak atau bahan-bahan lain yang boleh dan tidak boleh diberikan di area kulit tersebut. Tidak hanya itu, pasien juga akan perlu untuk mengetahui cara merawat kulit area radiasi, misalnya jika harus memasang perban, bagaimana untuk mencuci atau membasuh kulit serta perawatan-perawatan lainnya.

  Usahakan untuk mencegah kulit dari paparan cahaya matahari. Pasien mungkin perlu untuk selalu menggunakan payung atau pakaian yang tertutup untuk menjaga diri dari cahaya matahari. Hindari juga membasuh area yang terkena radiasi dengan air hangat maupun dingin.

  3. Perawatan payudara

  Setelah melakukan prosedur radioterapi, pasien biasanya akan mengalami ketidaknyamanan di area bahu dan dada. Apalagi, jika pasien juga telah menjalani operasi pembedahan, pasti area payudara dan sekitarnya pun terasa sakit dan membutuhkan waktu untuk pulih. Oleh karena itu, ada baiknya jika untuk sementara pasien berhenti mengenakan BH. Hal ini akan meminimalisir terjadinya gesekan dan tekanan yang bisa berdampak buruk pada kulit payudara yang terkena radioterapi dan payudara itu sendiri yang dalam masa pemulihan. Jika memang terasa tidak nyaman, usahakan untuk mengenakan BH berbahan katun yang ringan tanpa kawat penyangga.

       Selain operasi,kemoradioterapi, bagi pasien yang tidak ingin atau tidak dapat melakukan pembedahan, ada beberapa pilihan Metode terapi Minimal Invasif  yang disarankan oleh Ahli Oncologi Tim Medis MDT dari St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker untuk kanker payudara adalah faktor yang paling penting dan sangat efektif. Dan untuk pasien kanker perkembangan internasional Medis lebih maju terdapat teknologi lebih canggih yaitu Terapi Minimal Invasif diantaranya;

  1. Terapi genetik bertarget adalah pengobatan yang dilakukan setelah menentukan tempat yang menjadi penyebab kanker secara tepat ( tempat ini dapat berupa molekul protein dalam sel tumor, dan juga dapat berupa bagian dari gen ), lalu dirancang obat yang efektif untuk pengobatan jenis tumor tersebut, setelah obat masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis memilih tempat yang menjadi penyebab kanker dan membunuh sel tumor, tanpa merusak atau mempengaruhi jaringan normal sekitar tumor.

  2. Nano knife adalah Terapi dalam proses pengobatan tumor atau kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah portal dan lain-lain yang tidak dapat ditangani dengan pembedahan atau ablasi konvensional , dan pada kasus kanker prostat atau kanker yang terletak di dekat vertebral, operasi pembedahan dapat menyebabkan kerusakan saraf, menyebabkan kelumpuhan, gangguan fungsi organ dan lain-lain. Tetapi kelebihan dari Terapi Nanoknife tidak menimbulkan kerusakan pada saluran atau saraf, dapat disimpulkan bahwa Nanoknife aman dan efektif diterapkan pada kasus-kasus sulit yang disebutkan di atas, dan pada jenis-jenis kanker tersebut, metode ini belum dapat digantikan oleh metode yang lainnya.

  3. Immunoterapi ,yaitu terapi meningkatkan kekebalan tubuh,dengan cara mengambil darah dari tubuh pasien sendiri, kemudian sel antikanker antibody dalam sel darah dipisahkan dan dikembangbiakkan di laboratorium selama 10 hari. Kemudian di masukkan kembali ke tubuh pasien melalui infuse intervena. Sel antikanker antibody bekerja dalam tubuh selain membunuh sel kanker juga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi sel-sel antikanker antibody dalam tubuh. Hal ini sangat efektif untuk mencegah kekambuhan dan menekan tumor supaya tidak metastasis.

  4. Metode Terapi Intervensi (kemo lokal),yaitu, melalui kateter kecil obat dibungkus dalam lesi pusat lokal tumor. Keistimewaannya yaitu, minimalis efek samping obat karena tidak melalui pembuluh darah intravena keseluruh organ tubuh. Dengan panduan CT-scant obat dihantar di masukkan ke pusat lesi tumor, dengan demikian konsentrasi obat bekerja di dalam tumor lebih efektif 8 kali lipat

  5. Dan 18 Methode Terapi lainnya di St.Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membantu pasien menghindari operasi dengan trauma luka kecil hanya 2 mm (millimeter) hasil pengobatan lebih baik daripada surgery , efek samping minim kemoterapi, radioterapi, mendapatkan hasil pengobatan yang efektif ,bersifat jangka panjang mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup

Comments are closed.