Semua Wanita dan Pria Berisiko Mengidap Kanker Payudara

Semua Wanita dan Pria Berisiko Mengidap Kanker Payudara

Menurut data statistik WHO menunjukkan bahwa Indonesia setiap tahun sekitar 19.731 wanita meninggal karena kanker payudara,kanker payudara adalah penyakit ganas telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan wanita Indonesia. St.Stamford Modern Cancer Hospital Guang Zhou, Para Ahli Oncologi angkat bicara,memahami gejala kanker payudara dan pengobatan kanker payudara, setiap orang dianjurkan mengetahui pengetahuan dasarnya.

  1. Semua wanita berisiko mengidap kanker payudara
    Penyebab pasti kanker payudara masih belum diketahui. Meskipun usia di atas 50 tahun termasuk faktor risiko, wanita di bawah usia tersebut belum tentu terbebas dari kemungkinan mengidap penyakit ini. 90% wanita pengidap kanker payudara tidak memiliki sejarah keturunan dari keluarga dan 70% lainnya tidak memiliki faktor risiko.
  2. Nyeri bukanlah gejala kanker payudara yang dapat dipercaya
    10% kanker payudara dikaitkan dengan rasa sakit, akan tetapi rasa sakit bukanlah satu-satunya gejala kanker payudara.
  3. Ukuran bukanlah permasalahannya
    Kanker payudara terjadi saat sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh tak terkendali, berapa pun ukuran kelenjar payudara
  4. Kebanyakan benjolan payudara yang terdeteksi bukanlah kanker
    80% benjolan payudara yang terdeteksi disebabkan oleh kumpulan cairan tak berbahaya (kista) atau pertumbuhan non-kanker atau perubahan jaringan terkait siklus menstruasi
  5. Skrining mammogramMammogram yang dilakukan pada wanita sehat tanpa gejala penyakit payudara dapat mendeteksi kanker payudara lebih awal bahkan sebelum benjolan dapat dirasakan. Pengobatan pada tahap ini mengurangi tingkat kematian akibat kanker payudara hingga 25%
  1. Satu kali mammogram normal tidak cukup
    Satu kali mammogram dengan hasil normal tidak menjamin Anda terlepas dari kemungkinan berkembangnya kanker payudara. Pengawasan rutin adalah cara terbaik
  2. Memeriksa payudara sendiri tetap penting meskipun mammogram Anda normal
    Uji mammogram dapat meleset 10-20% dalam mendeteksi kanker payudara. 50% kanker payudara agresif muncul sebagai benjolan yang terdeteksi sendiri di antara skrining mammogram
  3. Biopsi tak membuat kanker menyebar
    Proses penyebaran kanker dimulai saat sel kanker mulai mampu menembus penghalang jaringan, lolos dari sistem kekebalan tubuh dan menetap pada berbagai bagian tubuh tertentu lalu tumbuh. Proses semacam ini tidak dapat terjadi karena biopsi atau prosedur bedah.

    Sel-sel kanker bisa memisahkan diri dari induk tumornya (kanker primer ) dan menyebar ke bagian tubuh lainnya(kanker sekunder) melalui sistem sirkulasi cairan limfatik atau sistem sirkulasi darah.

    Apa yang menyebabkan kanker menyebar?

    Kanker hanya dapat menyebar ke organ yang memiliki karakteristik sel sama. Misalnya, sel-sel kanker payudara perlu ion kalsium dari kelenjar susu payudara untuk bisa melipatgandakan diri, sehingga sel kanker payudara mungkin lebih memilih tulang sebagai lokasi penyebarannya karena tulang kaya akan kalsium.

    Sel-sel kanker cenderung menyerang kelenjar getah bening regional di dekat tumor primer. Jadi, pasien dengan tumor primer yang dilewati oleh pembuluh yang menuju ke paru-paru pada akhirnya akan mengembangkan kanker metastasis paru-paru.

  4. Mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) bukan satu-satunya pilihan
    Untuk kanker yang relatif kecil dibandingkan dengan ukuran payudara, pengangkatan kanker secara keseluruhan dengan jaringan payudara sekitar yang sehat (Lumpektomi) menghasilkan tingkat pengendalian kanker yang sama dibandingkan dengan mastektomi

Ahli Oncologi St.Stamford Modern Cancer Hospital Guang Zhou mengingatkan Anda, kanker payudara stadium dini tingkat kelangsungan hidupnya 5 tahun lebih tinggi dari 95%, sedangkan stadium menengah dan stadium akhir, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker payudara kurang dari 40 persen, sehingga deteksi dini, diagnosis dini pencegahan dan pengobatan kanker payudara adalah faktor yang paling efektif. Dan untuk pasien kanker payudara, operasi dan kemoterapi bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan, perkembangan internasional terdapat metode Terapi Minimal Invasif terapi diantaranya; Intervensi ,Cryoterapi ,Immunoterapi dan lainnya dapat membantu pasien menghindari operasi,efek samping kemoterapi,radioterapi, mendapatkan hasil yang efektif jangka panjang dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup jangka panjang

Comments are closed.